Moment (Kemiringan dan
Kurtosis)
Kemiringan / Kemencengan
(Skewness)Suatu data jika disajikan dalam bentuk kurva halus mungkin
berbentuk kurva yang menceng ke kanan, atau menceng ke kiri atau
membentuk kurvanormal. Pada kurva yang tak simetris menceng ke kanan, jika
bagianekornya memanjang ke kanan, biasa disebut juga model kurva
positif,sebalik kurva yang tak simteris menceng ke kiri, jika bagian
ekornyamemanjang ke kiri, biasa disebut kurva negative. Sedangkan yang
simetriskurva normal, jika kondisi kanan dan kiri seimbang.Kemencengan ke
kanan.Kemencengan ke kiri.Kurva normal.
Derajat ketaksimetrisan suatu model kurva dapat dilihat
berdasarkan ukurankemiringan yang ditentukan dengan rumus koefisien kemiringan
Pearsonsebagai berikut :
Rerata-modus = 3 (Rerata-median)
Kemiringan=
Standar Deviasi StandarDeviasi
Jika hasil perhitungan kemiringan negative berarti model
kurva data tak simetris miring ke kiri, demikian sebaliknya jika hasil
perhitungankemiringan positif berarti model kurva data tak simetris miring ke
kanan,sedangkan pada hasil perhitungan kemiringan nol atau mendekati nol,
beratimodel kurva data simetris atau membentuk kurva normal
Contoh :
TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
TINGGI BADAN
MASYARAKAT KALIMAS TAHUN
2006
NO. TINGGI BADAN JUMLAH
1. 140 – 149
6
2. 150 – 159 22
3. 160 – 169 39
4. 170 – 179 25
5. 180 – 189
7
6. 190 – 199 1
JUMLAH
100
Hasil perhitungan berdasarkan
data tabel di atas nilai mean = 165,30,standar deviasi = 10,36, median = 165,14
dan modus = 164,98. Maka nilai kemiringan
165,30-164,98 = 3(165,30-165,14)
Kemiringan=
10,36 10,36
Kemiringan=0,03 =0,05
Hasil perhitungan positif dan
mendekati nol, berarti model kurva datamiring ke kanan sedikit mendekati
simetris kurva normal.
. Nilai Kurtosis
Kurtosis diartikan sebagai
keruncingan distribusi data. Semakin runcing nilai kurtosis akan menunjukkan
data hampir mengumpul (homogen). Akan tetapi apabila nilai kurtosis 0 menunjukkan
data normal, dan apabila nilai kurtosis semakin kecil, maka menunjukkan data
semakin tumpul (semakin menyebar dikatakan data tidak homogen).
Jika nilai kurtosis dekat
nol maka data cenderung normal, apabila nilai kurtosis negative berarti datanya
tumpul atau cenderung melebar ke bawah,sebaliknya apabila nilai kurtosis
positif maka datanya bersifat runcing atau cenderung mengelompok (homogen).
Sebagai contoh misalnya,
Jika diketahui nilai ku = 1,06. Maka nilai kurtosis positif yang lebih besar dari
nol dan cukup jauh dari nol. Oleh karena itu,dikatakan datanya cenderung
runcing atau dengan kata lain cenderung homogen.
DAFTAR PUSTAKA
Bambang
Kustituanto dan Rudy Badrudin, Statistika I, Seri Diktat Kuliah,
Penerbit Gunadarma,
Jakarta, 1994
Haryono Subiyakto,
Statistika 2, Seri Diktat Kuliah, Penerbit Gunadarma,
Jakarta, 1994
Ronald E Walpole, Pengantar
Statistika, edisi terjemahan, PT Gramedia
Jakarta, 1992
Tidak ada komentar:
Posting Komentar